Sabtu, 11 Januari 2014

Fanfiction / Fanfic One Ok Rock ; The Sweetest Surprise





Judul                     : The Sweetest Surprise ( One Ok Rock edition)

Author                  : Parasarimbi

Genre                   : Romantic

Length                  : Oneshoot

Main Cast            : You, Taka , Tomoya

Disclaimer           : Cerita punya saya, oh iya efef ini pernah saya publish sebelumnya dan pake cast yang berbeda jadi jika ada yang menemukan efef  ini yang 90% sama dengan efef ini tapi dengan author yang sama  berarti itu masih punya saya. Jadi saya ga copas yak... trimakasih


Enjoy!

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kau sedang dalam perjalanan pulang ke kota kelahiranmu malam ini dengan menaiki sebuah bus malam. Kau hanya sendirian tanpa Taka kekasihmu yang menemani. Ia sedang sibuk mengerjakan pekerjannya di kantor, dan dengan berat hati ia melepasmu yang harus segera kembali ke menuju rumah orang tuamu yang jauh disana. Taka sangat khawatir karena biasanya ia akan selalu menemanimu kemana saja dan secara tiba-tiba kau harus pergi tanpanya. 

Kau menjalin kisah cinta dengan Taka selama 3 tahun dan pastinya banyak sekali kebersamaan susah dan senang yang telah kalian lalui. Taka adalah lelaki setia yang selalu menjagamu dan menemanimu kapanpun dimanapun kau butuhkan, ah manis sekali bila mengingat wajahnya.
Taka terus mengawasimu meski kalian berjauhan. Melalui pesan teks berkali-kali ia mengirimkannya padamu dan itu membuatmu sedikit terganggu. Untuk menenangkan hati kekasihmu yang sedang khawatir kau berinisiatif membalas pesan agar kekasihmu tidak merasa resah yang berlebihan.

                To : My Taka
                Dear Mine,

Ah kau memang menyebalkan, kenapa mengirimiku pesan singkat beruntun?  Aku sampai tak bisa tidur kau tahu.. –kekeke
Taka Sayang selesaikan pekerjaanmu dengan baik, okay. Aku disini baik-baik saja dan akan kukabari jika sudah sampai dan bila terjadi apa-apa aku akan langsung menghubungimu. ~chu

Send

Satu menit kemudian balasan sampai di ponselmu

From: My Taka

Dear Mine, and always be mine
Aku memang menyebalkan jika kau sedang jauh dariku, aku takut terjadi apa-apa padamu ~sigh kau memang tidak mengerti kekhawatiran seorang laki-laki pada wanitanya. Dasar wanita –kekekekekekeke
Baiklah akan kupantau terus kau disana sayang. ~chu chu chu chu… many more chu for you


Kau tersenyum singkat membaca balasan pesan singkat dari Taka kekasihmu yang begitu protektif terhadapmu. Taka hanya bertindak protektif namun tidak possesif, dan itu sangat menentramkan hatimu. Begitulah cara Taka mencintaimu dan sama halnya caramu mencintai Taka. Oh Indahnya dunia bila kau mencintai orang yang juga mencintaimu.

Bus masih berjalan memecah malam yang telah larut, kau melirik jam tanganmu. 11.30 pm. Kau merasa matamu sudah tak sanggup lagi terbuka, ingin segera terpejam dan menikmati tidur di kursi bus yang lumayan nyaman ini. Perjalanan masih memakan waktu lama untuk sampai ke kotamu yang kau perkirakan akan sampai pukul 6 pagi. Tahu-tahu kau tertidur pulas tanpa kau ketahui bagaimana prosesnya sampai kau bisa terlelap.

---
Pukul 05.30 am
Goyangan yang cukup keras membuat bus yang kau tumpangi membangunkan tidurmu, karena kepalamu terantuk di jendela kaca bus. Tidak keras namun membuatmu terkejut dan membuat kedua matamu tidak berminat untuk melanjutkan tidur. Oh kau menyadari bahwa kau hampir sampai di daerah tempat tinggalmu dan reflek kau melihat dimana jam tanganmu berada.

“Tepat sesuai perkiraan” Kau bergumam kecil.

Kau merogoh tas ransel kecilmu mencari-cari keberadaan ponselmu untuk melihat ada pesan masuk dari keluargamu atau malah dari kekasihmu. Ah dapat!. Kau membuka flip ponsel dan menemukan 5 pesan masuk dan 7 panggilan tak terjawab dari kekasihmu.

From: My Taka
Honey, sudah sampai mana?

From : My Taka
Sayang?

From: My Taka
Kenapa tidak membalas pesanku? Apa terjadi sesuatu ?

From : My Taka
Sayang, aku meneleponmu. Angkat !

From : My Taka
Ah benar-benar tukang tidur!

Kau terkekeh geli membaca satu persatu pesan dari laki-laki pujaanmu. Kau baru teringat bahwa nada dering ponselmu kau ubah menjadi mode silent dan artinya saat Taka menelepon dan mengirimimu pesan kau sama sekali tidak bisa mendengar bunyi tersebut. Dan agar Taka tidak gelisah kau segera mengabari keberadaamu pada Taka.

To : My Taka

Dear my love
Aku akan segera sampai, jangan khawatir. Bagaimana tidurmu? apakah nyenyak?

Send

Balasan satu menit kemudian

From:My Taka

Syukurlah kau baik-baik saja. Siapa yang akan menjemputmu?
(Aku tidak bisa tidur, gara-gara kau putri tidur) :p

Kau balas lagi.

To : My Taka
Entahlah mungkin kakak yang akan menjemputku. Salah siapa tidak bisa tidur. ~kekekeke

Send

Kau melihat bus sudah berhenti di pemberhentian bus satu-satunya di kota tempat tinggalmu. Kau segera mengemasi barang-barangmu agar tidak ada yang tertinggal. Satu persatu dan semuanya sudah kau rapikan dan barang-barangmu sudah ada di tanganmu, kau segera turun di halte dan menemukan kakakmu sudah bersandar di mobil milik ayahmu. Tomoya menyambutmu dengan cengiran khasnya dan segera menyambar tas ransel besarmu untuk segera dipindahkan ke bagasi mobil.

“Hello brother! Kau merindukanku?” kau menyapanya dan merentangkan tangan bersiap menerima pelukan dari Tomoya kakakmu lelaki satu-satunya.

  Tomoya menyambut pelukanmu cepat

Adikku yang sangat cantik! Rinduku padamu seakan tak terbendung” jawab Tomoya yang masih memelukmu.

“Ah yang benar saja, kita berpisah baru 5 bulan. Jangan berlebihan kakak hahahaha” kau tertawa

Tomoya cepat-cepat melepas pelukanmu, kemudian ia merengut  dan menggerutu.

“Dasar tidak romantis sama sekali” 

Kau hanya terkekeh dan menjawab,

Ya Tuhannn,kakakku ini sepertinya sedang sensitif sekali, hehehe”

“Ah kau ini benar-benar.... Tomoya masih bersungut-sungut

Di tengah gerutunya, Tomoya menutup bagasi mobil dan membuka pintunya untukmu dan segera masuk ke mobil. 

“Ah Tomoya kakakku, kau  kakakku yang sangat baik, tak pernah berubah meskipun kadang menyebalkan” pikirmu dalam hati 
Tomoya menyalakan mesin mobil, beberapa saat kemudian mobil mulai berjalan dan membawamu menuju rumah dimana ayah dan ibumu menanti kedatanganmu. 


“Sudah berapa lama menunggu bus ku datang Kakak? Padahal aku belum mengabarimu kalau aku ingin dijemput”

Tomoya terkekeh
Feeling seorang kakak laki-lakimu  yang paling tampan ini sangat kuat, tanpa kau beri tahu pun aku sudah tahu dengan sendirinya. Tidak lama baru 20 menit menunggu bus datang”

“Aihhh besar kepala sekali kau ini, memang kau pikir kau tampan?” Cibirmu

“Tentu saja, kau pikir tidak?”

“Tidak”

“Aishh dasar kau ini adik yang tidak sopan, padahal ayah dan ibu saja mengakui kalau aku memang tampan”

“Yang benar saja ! siapapun orang tua akan selalu memuji anak-anaknya. Dasar kau ini”

“Ssstttt… nona cantik, sudah mengalah saja dan akuilah kalau aku memang tampan dan debat kusir ini selesai”

“Baiklah baiklah kau tampan. Puas!”

Tomoya hanya terkikik sambil terus berkonsentrasi menyetir mobilnya.

“Okay. Clear! Thanks  adikku sayang” jawabnya sambil menggodamu

Kau suka sekali berdebat kecil dengan Tomoya, karena akan sangat menyenangkan saat diantara kalian tidak ada yang saling mengalah dan debat akan tetap berlanjut hingga ada salah satu yang mengalah.

“Hmmh. Oh iya ngomong-ngomong bagaimana kabar ayah dan ibu? Mereka sehat? Oh aku rindu sekali dengan merekaaaa dan aku pikir mereka juga rindu padaku. Buktinya mereka menyuruhku segera pulang, aku senaaaaaaaang sekali kakak 

“Tak perlu ku jawab, sebentar lagi kau juga akan bertemu mereka.”  Jawab Tomoya sekenanya.

“Aih, kakak kau ini kadang menyebalkan kadang bertingkah manis. Kepribadian ganda” 
Tomoya hanya terkekeh geli.

Mobil yang kau tumpangi dengan Tomoya telah memasuki halaman di rumah orangtuamu, kau sangat tak sabar segera bertemu ayah dan ibumu. Sesaat kau menyadari ada mobil lain yang terdiam manis di halaman mu sebelah taman.

“Oh kakak, ada tamu rupanya”

Tomoya
hanya menoleh kepadamu dan tersenyum.

Kau berjalan di halaman rumah dan akan segera masuk rumah dengan meninggalkan Tomoya yang tampak kerepotan membawa barang-barangmu sendirian, kau ingin membantu tapi begitu melihat ibumu telah berada di teras rumah kau bersorak,

“Ibuuuu aku pulang” teriakmu

Ibumu berjalan cepat untuk meraih tanganmu dan segera memelukmu begitu kau sampai dihadapannya.

“Oh putriku, aku rindu padamu nak”

“Aku juga rindu pada ibu. Ibu sehat saja kan? Ibu bertambah kurus saja, apakah karena memikirkanku?"

Ibumu hanya mengangguk

"Eh ngomong-ngomong dimana ayah?" Kau menyadari ayahmu tak turut serta menyambutmu

“Ada. Diruang tamu sedang menerima tamu” Jawab ibumu

“Oh” kau hanya menjawab ‘oh’ 

“Ayo segera temui ayahmu”

Ibumu mengajakmu ke ruang tamu dimana ayahmu dan tamunya berada. Kau menahan tangan ibumu dan menghentikan laju langkahnya

“Ibu, bukankah ayah ada tamu? Tidak sopan ibu jika kita menginterupsi ayah dan tamu nya”

“Ssttt sudah ikut dengan ibu” ibu hanya tersenyum

“Baiklah….” Kau menurut pasrah

Sesampai di ruang tamu kau terkejut bukan main, ternyata tamu ayahmu berjumlah tiga orang dan seperti tersengat listrik kau mendapati orang tua Taka yang menjadi tamu ayahmu. 

“Ah paman” Kau segera meraih tangan ayah Taka dan bersalaman dengannya sedangkan ayah Taka hanya tersenyum menerima jabatan tanganmu.

“Bibi….” Secara bergantian kau menjabat tangan ibu Taka. Dan giliran orang terakhir kau sangat terkejut 

Takaaaaa !” Kau bersorak dan duduk disamping Taka seraya melihat ke arah wajah Taka dan memelototinya.

Taka hanya tersenyum rancu

“Ya Tuhaaaan, kau bilang kau ada pekerjaan semalam tapi kenapa tiba-tiba kau berada disini? Kau membohongiku” kau berubah mencibir

“Surprise” Sahut Taka

“Apa maksudmu dengan surprise? Aku sangat jengkel padamu tahu!” Kau ngambek pada Taka tapi ayah ibu Taka dan orang tuamu serta Tomoya hanya tertawa.

“Kau bilang kau khawatir padaku sejak semalam, tapi ternyata cih!” Kau bersedekap dan menatap kesal pada Taka

“Sayang. Tentu saja aku khawatir padamu kau pikir tidak?” Taka meletakkan tangannya di kepalamu dan membelai rambutmu penuh kasih.

“Tidak. Buktinya kau membiarkanku pulang dengan bus sendirian sedangkan kau malah enak naik mobil dengan orangtuamu. Huwaaaaaaa aku sebal padamu Taka” Kau memukul-mukul lengan Taka, tidak keras hanya pukulan ringan.

Kekesalanmu tak berarti apa-apa pada orang-orang di ruang tamu, mereka malah tertawa terbahak-bahak menertawakan tingkahmu yang seperti anak umur 7 tahun. Bahkan Taka juga tertawa keras. Menyebalkan! 

Mereka berhenti tertawa setelah ayah Taka menginterupsi,

“Ehmm….bisa saya bicara sebentar?”

Suasana agak hening setelahnya dan ayah Taka memulai pembincaraannya.

“Maafkan Taka atas tindakannya yang kurang ajar padamu nak, tapi semata-mata ini karena ide dari Taka yang disetujui oleh kami dan  keluargamu juga” Ayah Taka mengerling

            Kau melongo, sesaat kemudian kau menatap keluargamu satu persatu dan hanya terlihat senyuman dan tanda V di jari mereka. 

“Tapi tak usah kesal berkepanjangan nak, paman dan bibi datang kemari bersama Taka memang ada tujuan tersendiri.

Kau bingung

“Oh begitu, apa itu paman?” Kau menoleh kearah Taka dan hanya anggukan dan senyuman kecil darinya.

“Kami ingin segera memintamu untuk secepatnya menjadi Nyonya Takahiro

Dunia serasa berhenti.... dan......

Kau merasa ingin pingsan

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selesai juga deh... semoga suka ya...
.
.
Selamat Malam
.
.
Kapan-kapan Main lagi ya....
.
.


8 komentar:

  1. ya ampuuuuunnn ...
    aku bacanya sambil senyum2 ga jelas pas jam istirahat d kantor ...
    hahahahaaaa ...
    berimajinasi yg menyenangkan ...
    buat lagii yaaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Wulan..
      hehehe
      iya next time buat lagi..
      Makasih ya udah mampir :D

      Hapus
  2. sama2 ..
    ini aq mampir lagi buat baca lagii ..
    masih senyum2 ga jelas sambil ngebayangin mukanya Taka sama Tomoya ..
    salam kenal ya .. aq fans OOR Samarinda .. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohhhhh OOR Samarinda..
      jauhnya diseberang pulau hehehehe
      salam kenal balik dari OOR Solo
      Iya makasih ya udah mampir baca-baca lagi, seneng deh jadinya hehehe

      Hapus
    2. wuiiihh ...
      jauuh ternyataaa ...
      buat cerita soal taka lg ya mbaa ...
      tp jgn d pasangin sm artis cewek dong ...
      lebih seneng klo tokoh ceweknya kita sendirii ... wkwkwkwk *egois.com

      Hapus
    3. wkwkwkwk iya Insya Alloh ya :D

      Hapus
    4. siiiiiippp ..
      ditunggu pokoknyaaa ...
      eeehhh ...
      yg cerita taka sama manami oku kok belum update mbaa ??
      aq udah mati gaya nii nunggu postingannya .. chapter ke 14 manaaa niih mbaa ??

      Hapus
    5. lagi pusing, banyak kerjaan jadi lagi males nerusin itu chapter.
      tunggu aja taun depan bakal ada lebih banyak lagi ff nongol lho :)

      Hapus

Feel free to comment... silahkan....