Minggu, 19 Januari 2014

Fanfiction / Fanfic One Ok Rock ; A Pathetic Girl with a Stubborn Boy Chapter II



A Pathetic Girl with a Stubborn Boy Chapter II

Author             :Parasarimbi

Genre              : Romantic

Length             : Chapter by Chapter (belum ada rencana sampai chapter berapa)

Cast                 : Manami as Donna
                         Taka
                         Toru
                         Ryota
                         Tomoya

Disclaimer : Cerita punya saya, tapi tokoh bukan punya saya.

Note : FF ini lanjutan dari Chapter
 Chapter I
 Chapter III
Chapter IV
 




Enjoy!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~``
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, aku mengamati bahwa Ryota yang duduk disebelahku terlihat tidak terlalu fokus dalam mendengarkan apa yang dosen katakan. Berkali-kali ia memegang ponselnya dan jarinya terlihat sibuk memencet tombol keypad di ponselnya. Aku hanya melirik masa bodoh kearah Ryota walaupun ia tak menyadari bahwa ia sedang kulirik. Kembali aku menatap ke arah depan dan memperhatikan dosenku sedang menjelaskan mata pelajaran yang lumayan sangat rumit.

Jam demi jam telah kulalui di kelas ini, sudah pukul 4 sore dan mata kuliah terakhir sudah habis dan dosen pun meninggalkan ruangan kelas. Teman-teman sekelas berhamburan satu persatu saling berebut untuk berlomba-lomba mendahului keluar di pintu kelas. Aku menatap sinis pada teman-temanku tersebut, 

“Dasar seperti anak kecil saja” gumamku pelan.

Aku masih duduk di tempat dan sengaja untuk menunggu teman-teman keluar duluan hingga kelas lengang tetapi aku mendapati Ryota masih duduk di bangkunya. Siku tangannya bertumpu di meja dan ia masih sibuk dengan ponselnya dengan mata yang tak bisa lepas dari layar ponselnya. Ini aneh, Ryota tak seperti biasanya.  Walaupun aku sangat cuek, namun aku juga mengerti sedikit kebiasaan Ryota setiap harinya karena kami selalu duduk bersebelahan. Ia biasanya akan langsung kabur dari kelas pertama kali bahkan sebelum dosen keluar sekalipun. Dan seringkali mengundang decak kagum dari temen-teman sekelas.

“Tumben sekali kau belum pulang? Menunggu kekasih?” 

Aku mencoba berbasa-basi. Ryota mendongakkan kepalanya menatapku dengan mata berbinar.

“Tumben kau perhatian padaku”

Aku langsung bad mood seketika, akhirnya kuraih ranselku yang berisi buku dan laptop dan langsung berjalan tanpa berpamitan pada Ryota. Menyebalkan! 

Sampai di pintu kelas tiba-tiba Tomoya menghadangku, dengan wajah yang penuh cengiran ia menatapku sambil menaikturunkan kedua alisnya bersamaan. Aku curiga dengan tingkah Tomoya. Dengan kening berkerut penuh tanya aku mencoba mengabaikan kelakuan Tomoya ini. Aku hendak berjalan ke samping kiri hendak keluar dari pintu, namun Tomoya malah ikut meminggirkan badannya ke kanan. Aku menggeser badanku ke arah kanan lagi-lagi Tomoya mengikuti kemana posisi badanku berada.

“Tolong minggir, aku ingin segera pulang” Ujarku dingin

Tomoya hanya menatapku dengan mulut terkatup sedangkan tangannya menghadang di daun pintu.  Aku semakin bad mood dengan kelakuan Tomoya yang menurutku sangat amat menjengkelkan. Aku menundukkan badan dan berusaha melewati tangan Tomoya yang berada diatasku tapi ternyata tangan Ryota lebih cekatan menarik tanganku masuk kembali ke dalam ruangan kelas. 

Aku terheran-heran dengan sikap mereka berdua, ada apa sebenarnya. Rasanya aku ingin marah pada mereka.

“Ada urusan yang harus diselesaikan, kau harus tinggal lebih lama di kelas untuk sementara” Tomoya menjelaskan kepadaku sebelum aku sempat bertanya.

“Sorry, Urusan? Sepertinya aku tak punya urusan dengan kalian”

Ryota mendengus kesal.

“Kau ini bagaimana? Belajarlah peka sedikit dengan orang lain disekitarmu” Ryota berkata lantang.

“Maksud kalian?” Aku menatap mereka tak mengerti

“Kita akan melanjutkan pembicaraan yang tertunda tadi pagi, mari kita duduk lagi” Tomoya menjelaskan lebih detil.

Aku tak menjawab hanya mengangguk sekali walaupun sebenarnya aku keberatan. Akhirnya aku mengetahui penyebab Ryota bersikap aneh dalam kelas dengan ponselnya, menurut perasaanku dia dengan Tomoya pasti sedang membicarakanku lewat pesan teks. Ryota dan Tomoya juga pasti merencanakan sesuatu karena terbukti saat ini mereka tidak mengijinkanku untuk pulang.

Tomoya menggeser kursi di depan meja dosen sebagai tempat duduknya. Ryota memilih duduk di bangku agak tengah sedangkan aku memilih duduk di kursi paling depan berhadapan dengan Tomoya. Rasa-rasanya aku seperti seorang tersangka yang tengah di sidang oleh keduanya, suasana hari ini serasa tidak nyaman sama sekali.

“Cepatlah selesaikan urusan kalian, dan aku akan segera meninggalkan tempat ini” 

Tomoya yang ada didepanku menghembuskan nafas dengan keras.

“Santailah sedikit, tak perlu pasang wajah ketus seperti itu” Tomoya menegurku.

“Bisa kita langsung pada poinnya?” Aku mulai malas.

Ryota Berdehem,

“Baiklah-baiklah.... Ada yang ingin bertemu denganmu” 

“Siapa?” Aku menoleh ke arah Ryota.

“Orang  yang semalam menelponmu tapi kau tanggapi dengan sangat tidak ramah.” Sahut Tomoya sambil memainkan korek apinya.

“Oh... dia. Lalu?” 

“Lalu kau duduk manis saja disini kemudian menunggu dia datang dan kami akan segera keluar kelas” Jawab Ryota

Rasa penasaranku pada sikap Ryota yang aneh akhirnya terjawab sudah 

“Lebih baik kalian keluar kelas sekarang dan aku akan tetap menunggu disini.” 

Jujur aku sangat benci keadaan seperti ini. Lebih baik ku iyakan saja perkataan mereka berdua daripada terlalu lama. 

Tomoya dan Ryota saling beradu pandang saling melancarkan keputusan lewat telepati~itu menurutku~ 

“Kalau kau kabur?”

“Kalian tahu tidak ini sudah hampir gelap? Tidak usah berlama-lama bisa kan?” Jawabku ketus

“Baiklah-baiklah... kami akan segera keluar, tunggu sampai Taka sampai disini.”

“Hmmm” Aku menjawab dengan gumaman.

Setelah mereka berdua berlalu, aku mulai mengendap-ngendap. Aku mengingkari janjiku, kuputuskan aku akan segera kabur. Aku malas menghadapi orang yang baru saja kukenal dan memaksa ingin bertemu dengan kejadian yang kuanggap penyanderaan di kelas saat ini. Ponsel milikku kumatikan, dan setelah melihat keadaan sekitar yang lengang dan memastikan bahwa Ryota dan Tomoya sudah tidak ada di sekitar aku mulai keluar kelas menuju tempat tersembunyi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Waduh maaf ya chapter ke dua ini agak agak mengecewakan, waktu saya bikin ini sudah sampe pertengahan tiba-tiba ilang fokus. Besok di chapter ketiga mudah-mudahan bisa lebih baik dari ini. Padahal udah mau lancar banget ngetiknya, ide di kepala udah siap ketik dan pasti bakalan panjang tapi ternyata... ah yasudah, ternyata kapasitas otak dan mood sedang tidak ingin mengetik panjang-panjang dulu ternyata. :D hahahahaha
.
.
Bye... Selamat Malam
.
.
Kapan-kapan Main Lagi ya....
.
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Feel free to comment... silahkan....