Selasa, 14 Januari 2014

Fanfiction / Fanfic One Ok rock : A Pathetic Girl with a Stubborn Boy





Author             : Parasarimbi

Genre              : Romantic

Length             : Chapter by Chapter (belum ada rencana sampai chapter berapa)

Cast                 : You as Donna (OC)

                         Taka

                        Toru

                        Ryota

                        Tomoya

Disclaimer : Cerita punya saya, tapi tokoh bukan punya saya.

Untuk Lanjutan bisa dilihat disini : Chapter II ; Chapter III ; Chapter IV ; On Progress next chapter


Enjoy!


Sore hari ini hujan deras. Aku lebih memilih untuk berdiam diri di kamar apartemenku dan menjelajah dunia maya daripada harus mengunjungi pesta kecil yang diadakan oleh temanku. Aku adalah seorang gadis yang introvert, hingga tak banyak teman yang mengenalku dan dekat denganku. Sikap cuekku mungkin membuat teman-temanku enggan mendekatiku. Siapa yang mau berteman dengan orang cuek yang mungkin hanya mau memikirkan diri sendiri. Jarang bagiku mendapat sebuah undangan pesta. Meski begitu, bila mendapat satu undangan maka aku hanya akan membiarkan undangan tergeletak entah dimana dan aku hanya melewatkan pesta itu di tempat lain atau lebih sering malah berada di kamar apartemenku.

“Benar-benar gadis apatis” mungkin seperti itulah yang ada di pikiran teman-teman yang mengenalku.

Lewat satu jam acara pesta,  jariku masih setia menari diatas keyboard. Mengetik sesuatu. Tiba-tiba dering ponsel mengejutkanku

“Aih.. menganggu saja!” Aku menggerutu kesal.

Aku melihat nomor ponsel yang tidak terdaftar di list kontak ponselku, menimang-nimang antara angkat-tidak-angkat. Angkat ! Mungkin penting.

“Hello” Dengan suara agak lantang aku menyapa si penelpon

“Kau dimana” Jawab seseorang di seberang. Lelaki.

Aku mengernyitkan keningku.

“Kau siapa”

“Ini aku Taka…”

“Taka..??” Aku seperti mengenal nama ini

“Aku teman Ryota, Toru dan Tomoya. Kita pernah berkenalan di di kafe.. Kau ingat?”

“Oh…”

“Kau ingat?” Suara Taka terlihat antusias

“Yap”

“Kau sedang dimana”

“Kau tak perlu tahu”

“Tapi aku ingin tahu, aku sedang ada di pesta. Ryota dan yang lainnya hadir disini dan kau tidak. Datanglah..”

“Tidak”

“Kenapa?”

“Tidak perlu tahu”

“Oh God, Ayolah datang sebentar nanti kita bisa berkumpul lagi seperti di kafe tempo hari. Ah aku baru menyadari bahwa kau benar-benar pelit bicara ya” Taka mencoba bergurau.

Aku merasa agak sedikit terusik dengan ucapannya.

“Jangan sok akrab… plip”

Aku mematikan ponsel tanpa mengucapkan salam, sungguh tidak sopan tapi itulah diriku yang tidak mudah didekati seseorang. Belum ada semenit kututup ponselku suara pesan masuk berbunyi…

Maaf atas perkataanku tadi, tapi aku ingin kau datang. Kumohon… Taka

-

“Memang kau pikir kau siapa, berani memerintah” 

Aku bergumam kecil malas meladeni orang yang tidak terlalu kukenal. Tak kuhiraukan pesan teks dari laki-laki yang  bernama Taka, aku hanya membaca saja dan kutaruh ponsel diatas kasur nyamanku. Menikmati duniaku sendiri di dalam kamar seorang diri adalah surga untukku. Akan berbeda rasanya bila ada teman yang datang ke apartemen karena mungkin mereka akan banyak berbicara, sedangkan aku lebih suka diam. Hanya akan menjawab jika ditanya. Ah dasar…

Ah ngomong-ngomong soal temanku yang bernama Ryota, Toru dan Tomoya. Aku mengenal mereka di kampus, dan Ryota adalah salah satu temanku di kelas atau mungkin memang satu-satunya temanku di kelas tiap pelajaran kuliah berlangsung. Awal perkenalanku dengan Ryota juga tidak spesial. Diawali dengan keterlambatan kedatangan Ryota di kelas, dan tidak menyisakan satupun bangku kosong kecuali bangku disampingku  mau tak mau Ryota harus duduk di sebelahku. Dengan mencoba beramah tamah Ryota mencoba menyapaku namun aku hanya menjawab sapaan Ryota dengan anggukan dan senyum tipis yang singkat.

Esok harinya Ryota masih sering datang terlambat karena suatu hal, namun ia mendapat keringanan dari kampus atas keterlambatannya karena sesuatu dan pihak kampus memaklumi keadaannya. Lagi-lagi ia mendapat bangku kosong di sebelahku dan ia harus duduk di sebelahku. 

Begitu seterusnya hingga hampir setengah semester, Aku dan Ryota selalu duduk bersama hingga akhirnya aku bisa membuka hati sedikit untuk mengobrol dengan Ryota dan tidak menutup diri saat Ryota duduk berdampingan denganku. Bagaimana bisa aku selalu duduk bersebelahan dengan Ryota? Biar kujelaskan alasannya. Teman-temanku yang lain lebih memilih untuk menghindari duduk berdampingan denganku daripada harus berusaha berbasa-basi ramah denganku. Dan aku pun sama sekali tak peduli, “Apa urusannya denganku?” begitu yang ada dipikiranku. 

-

Sejak saat itu aku berteman dengan Ryota walaupun tidak akrab, dan Ryota juga memiliki teman yang berbeda jurusan studi dan sering sekali datang ke kelasku. Namanya Toru. Aku mengenal Toru karena Toru adalah teman Ryota. Lingkaran pertemananku tidak luas, hanya itu dan teman si itu atau kadang teman si mereka. Aih..sepertinya hidupku benar-benar sempit ya?

Dan Ryota masih memiliki teman yang sering berada disekitar Ryota, Namanya Tomoya. Oh bukan teman. Lebih tepatnya senior Ryota saat masih di highschool namun Ryota tak pernah menganggapnya sebagai senior. Namun karena seringnya Ryota dan Tomoya bersama sehingga jarak senior junior antar mereka hilang sudah. Yang ada hanyalah teman dan sahabat. 

Sedangkan Toru, ia juga teman seumuran Ryota. Kuceritakan satu hal. Dulu ia pernah menyatakan cinta padaku. Namun karena keapatisanku dia akhirnya menyerah dan memilih untuk menghapus rasa cintanya padaku dan menjalin  pertemanan denganku. Walaupun aku sendiri menyadari bahwa Toru masih menyimpan perasaannya untukku yang tak terlalu ia tunjukkan. Saat Ryota mengajakku berkumpul bersama mereka bertiga untuk sekedar hangout, seringkali aku menangkap raut wajah Toru yang sedikit melamun terpaku kearahku. Tapi karena aku sangat cuek jadi kubiarkan saja dan tak pernah kuhiraukan sikap Toru kepadaku.

Berbicara tentang Taka, laki-laki itu adalah teman Toru. Teman satu band yang Ryota pun ikut serta dengan mereka. Ah bahkan aku sendiri pun tak tahu kalau temanku bisa bermain musik. Ketika aku berjalan sendiri di trotoar jalan sehabis bermain basket, ternyata aku berpapasan dengan Ryota dan Tomoya yang sedang asik menyesap teh nya di teras kafe. Mereka menawariku bergabung, aku sebenarnya menolak tapi mereka tetap memaksaku untuk ikut duduk barang sebentar. Mereka hanya berdua tanpa Toru, namun ada salah seorang diantara Ryota dan Tomoya yang terlihat asing dan sama sekali tak kukenal.

-Flashback-
“Donna pekenalkan ini teman kami di band, ia seorang vokalis namanya Taka” Tomoya mengenalkan Taka padaku. Taka mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.

            “Namaku Taka, senang berkenalan denganmu” Taka mengenalkan dirinya sambil tersenyum.

            “Oh. Oke sama-sama” Jawabku sambil mencoba melepas jabatan tangan Taka namun Taka masih menggenggam tanganku tak mau lepas.

            “Maaf. Tanganmu..” Kau menegur Taka

            “Oh sorry, tapi aku belum tau namamu” Taka tersentak

            “Donna” Jawabmu singkat.

            Selesai perkenalan aku masih duduk dengan mereka, terjebak diantara obrolan lelaki yang sesekali gelak tawa terdengar, sementara aku lebih banyak diam walau kadang aku menimpali lelucon yang membuat suasana makin cair. Aku menyadari dari ekor mataku bahwa Taka sedari tadi mencuri-curi pandang kearahku. Aku tidak mau ambil pusing dengan tingkah Taka yang menurutku aneh itu

            Setelah beberapa lama aku bercengkrama dengan mereka, aku pamit akan pulang karena ingin mandi karena badanku yang lengket sehabis berpeluh keringat dengan bermain basket di taman kota. Mereka mengiyakan dan berpesan agar berhati-hati di jalan. Aku hanya mengangguk.

            -Flashback end-

~~~
Pukul 07 Pagi 

Aku terbangun dengan cup soda & kotak bekas makanan cepat saji yang kupesan semalam berserakan di bawah kasur. Aku segera membersihkan dan merapikan kembali kamar yang super berantakan. Setelah rapi Aku menyiapkan sarapan dan memakannya sambil sedikit merenung mengenai pesta sore kemarin. Aku benar-benar melewatkan pesta itu tanpa datang ke acaranya, benar-benar sangat tidak sopan sekali diriku ini. 

“Ah Sudahlah” Pikirku dalam hati.

~~~
Pukul 08.30 Pagi 

Aku sudah sampai di ruang kelas kampus, dan disana aku langsung disambut omelan dari Ryota dan Tomoya dibangkuku karena aku tak hadir semalam.

“Aih.. maaf teman aku tidak enak badan semalam” Kilahku

“Tapi kau tak terlihat sakit” Ryota curiga sambil mengamatiku

“Ya mungkin sakit tapi mungkin memang benar benar sakit. Di sini” Tomoya mengetukkan jarinya pada keningku seakan menyindirku karena ia tahu aku sangat pandai berbohong untuk mencari alasan.

“Terserah kalian saja” Aku menatap mereka malas

Ryota mendekatiku dan duduk disamping bangku yang kutempati, kemudian bebisik di telingaku,

“Kau tahu kemarin Taka mencarimu”

“Aku tahu”

“Lalu”

“Lalu apa? Tidak ada apa-apa..”

Ryota melayangkan pandang pada Tomoya yang berada diseberang meja. Tomoya hanya mengangguk.

“Donna, dia sangat berharap bisa bertemu kau kemarin sampai-sampai dia merengek-rengek padaku mengorbankan harga dirinya hanya untuk meminta nomor ponselmu”

“Lalu kau berikan nomor ponselku padanya dan kemudian dia menelponku. End” sahutmu cuek

“Dan kau menolak datang. Great!” Lanjut Tomoya

Ryota menghela napas frustasi melihat tingkahku yang benar-benar tidak tahu harus dengan cara apa menghadapiku. Seperti orang menyerah Ryota mengangkat kedua tangannya, menautkan jari-jarinya dan meletakkannya di belakang kepalanya, dan Tomoya menumpukan tangannya pada dagunya sembari menatapku lurus penuh keheranan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, mungkin dalam hatinya bergumam terbuat dari apa hatiku ini.

“Hey lihat, Dosen sudah hadir” Aku membangunkan kesadaran mereka dan saat itu juga Tomoya langsung berjalan meninggalkan kelas dan Ryota langsung duduk manis disebelahku  dan kegiatan belajar & diskusi kalian dengan dosen berlangsung.

TO BE CONTINUED

Akhirnya bisa juga saya menyelesaikan efef ini di chapter pertama.
Tapi belum tau juga kapan chapter selanjutnya saya bikin. Kecuali kalo sudah ada yang memaksa saya untuk membuat chapter berikutnya. Hahahaha
Soalnya saya sendiri terkenal orang yang paling males ... terbukti dari chapter Arigatou Taka yang sampe sekarang belum ada lanjutannya
Yasudah daripada saya terlanjur males untuk memikirkan chapter berikutnya lebih baik saya menulis sekarang karena mood saya lagi bagus hari ini.,,
.
.
Byeee
.
.
Kapan-kapan Main Lagi ya....
 .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Feel free to comment... silahkan....